Jumat, 05 Oktober 2012

Nursing Informatic Class

Gak mau dibilang gaptek? Gak mau dibilang makhluk jaman purba?
Ya, memang itu salah satu (eh, salah dua maksudnya) dari alasan kenapa aku memilih Ellective Nursing Class, disamping memang lumayan seneng otak-atik di depan netbook juga sih.

"Kalian ini hidup di jaman apa? masa' cuma blablabla aja nggak tau?"
"Saya tau handphone kalian itu canggih, tapi jangan cuma buat sms sama telpon aja."

ngrasa tersindir waktu ada dosen yang biang gitu? iya sih, dikit. Makanya jadi orang ya jangan gaptek-gaptek amat. Yaahh, harapannya dengan ikut Nursing informatic class ini jadi lumayan berkurang tingkat kegaptekannya.

Apa sih yang bisa dicapai dalam waktu 3 minggu?
bisa bikin software? --> rada susah dicapai.
bikin blog jadi lumayan hidup? --> sepertinya iya
tapi yang paling terasa manfaatnya ya kita bisa memanfaatkan software-software di bidang medis yang bisa MEMUDAHKAN kita. Entah itu dalam belajar, ngerjain scriptsweet (skripsi maksudnya), atau cuma sekedar buat tambah-tambah info. Sekali lagi bener-bener merasa tertampar ketika kita punya gadget yang cukup memadai tetapi gak bisa menggunakan dengan maksimal. Masih berpikir "aku kan cewek, jadi maklum lah kalo gak bisa secanggih cowok". Jangan jadikan gender sebagai alasan.

Yang lebih menarik lagi sewaktu mendapat materi dari Pak Jasun (alumni PSIK UGM yang sekarang membangun Sistem Informasi Keperawatan di RSUD Banyumas). Memang dulu waktu awal masuk kuliah udah pernah ikut seminar (launching) Medical Linux yang juga sedikit membahas e-medical record, tapi baru sekarang tau kalo ternyata  sudah mulai dibangun Sistem Informasi dan Manajemen khusus untuk keperawatan. kemana aja gue selaman ini?? gitu aja gak tau! Dulu mikirnya Sistem Informasi Manajemen di rumah sakit ya cuma SIM RS doang, tapi ternyata sekarang sudah lebih fokus ada SIM Keperawatan yang juga terintegrasi dengan SIM RS. dan outputnya bisa dibilang Wooow! gak cuma sebagai rekam medis keperawatan, tetapi juga kinerja perawat bisa benar-benar terukur.

Ellective Nursing Informatic Class baru berjalan 2 minggu, tapi manfaatnya bener-bener terasa. Masih ada sisa 1 minggu lagi untuk dijalani dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kapan lagi perawat belajar masalah Informatic? Kadang butuh refresh juga kan, biar gak mabok sama yang namanya anatomi, NANDA, NOC, NIC dan hal-hal medis lainnya.
»»  READMORE...

Sabtu, 29 September 2012

SELAMAT DATANG


SELAMAT DATANG...
Keterampilan dasar perawatan kaki sangat diperlukan bagi para penderita diabetes mellitus dalam kehidupan sehari – hari. Blog ini semoga dapat menjadi panduan perawatan kaki diabetes. Pengetahuan mengenai keterampilan ini nantinya penting untuk diterapkan dalam kehidupan para penderita diabetes sehari –hari sebagai upaya preventif sehingga dapat mengurangi angka komplikasi dan burden of illness dari diabetes itu sendiri. 

Para pembaca diharapkan setelah membaca blog ini dapat menyalurkannya kepada penderita – penderita diabetes yang lain sehingga saling memberi manfaat bagi sesama.

Blog ini memuat ulasan singkat tentang diabetes mellitus dan keterampilan tentang bagaimana perawatan dasar sehari - hari pada kaki penderita diabetes mellitus.
»»  READMORE...

Pemeriksaan dan Perawatan Kaki


PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN KAKI 

Pemeriksaan kaki sehari-hari:
1.    Periksa apakah  kulit retak atau melepuh
2.   Periksa apakah ada luka dan tanda infeksi (bengkak, kemerahan, hangat, nyeri, darah, atau cairan lain yang keluar dari luka, dan bau).

Perawatan kaki sehari-hari:
1.   Pada waktu mandi, bersihkan kaki dengan air bersih dan sabun mandi.
Gosok kaki dengan sikat lembut atau batu apung.
Keringkan dengan handuk bersih dan lembut termasuk daerah sela-sela kaki, terutama sela jari ketiga-keempat, dan keempat-kelima.

2.   Berikan pelembab/ lotion pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak retak.
Tetapi jangan berikan pelembab di sela jari kaki karena akan membuat kulit menjadi sangat lembab dan mudah tumbuh jamur.

3.   Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit, kemudian  kikir agar kuku tidak tajam.
Bila penglihatan kurang baik, mintalah pertolongan orang lain untuk memotong kuku atau mengikir kuku setiap dua hari sekali. Hindarkan terjadi luka pada jaringan sekitar kuku.
Bila kuku keras sulit untuk dipotong, rendam kaki dengan air hangat  selama sekitar 5 menit, bersihkan dengan sikat kuku, sabun dan air bersih. Bersihkan kuku setiap.hari pada waktu mandi dan berikan krem pelembab kuku.

4.   Pakai alas kaki sepatu  atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga ketika di dalam rumah. Jangan gunakan sandal jepit karena dapat menyebabkan lecet di selah jari pertama dan kedua.
Gunakan sepatu atau sandal yang baik yang sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari. Pakailah kaos/ stocking yang pas dan bersih terbuat dari bahan yang mengandung katun (menyerap keringat).

5.  Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda radang.

6.  Segera ke tim kesehatan (dokter/perawat) bila mengalami luka
»»  READMORE...

SENAM KAKI

 Senam Kaki penting dilakukan bagi diabetisi. Hal ini agar aliran darah ke kaki tetap terjaga. Berikut ini terdapat panduan senam kaki yang dapat dilakukan sehari-hari di rumah. Mudah, simpel, dan  murah. Leaflet senam kaki dapat di download di sini.
»»  READMORE...

Jumat, 28 September 2012

SEKILAS TENTANG DM


Apa itu Diabetes Melitus (DM)? 
Penyakit diabetes melitus (DM) yang sering dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik secara absolut/mutlak dan relatif. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia meningkat tiga kali lipat dalam 10 tahun dan pada 2010 mencapai 21,3 juta orang.

Klasifikasi DM:
1.   DM tipe1
kelainan terletak pada sel beta pankreas yang tidak mampu menghasilkan insulin.
2.   DM tipe 2
  • insulin yang dikeluarkan oleh pankreas tersebut bisa jadi cukup ataupun tinggi, tetapi kualitasnya kurang baik, sehingga gagal membawa glukosa masuk ke dalam sel. 
  • Jumlah reseptor (penangkap) Insulin di permukaan sel rendah. 
  • Jumlah reseptor cukup tapi kualitasnya jelek.
3.   DM jenis lain 
      Diabetes Mellitus Gestasional/DM pada kehamilan, Defek (keadaan dimana terjadi kehilangan struktur normal) genetik fungsi sel beta pankreas, sebab imunologi yang jarang, akibat Infeksi/virus dan sindrom genetika lain yang berkaitan dengan DM.

Gejala dan Tanda-Tanda Awal
Adanya penyakit diabetes ini pada awalnya seringkali tidak dirasakan dan tidak disadari oleh penderita. Beberapa keluhan dan gejala yang perlu mendapat perhatian ialah:
Keluhan Klasik:
1. Penurunan berat badan dan terasa lemah
2. Banyak kencing
3. Banyak minum
4. Banyak makan
Keluhan Lain:
1. Kesemutan
2. Gangguan penglihatan
3. Gatal/bisul
4. Gangguan ereksi
5. Keputihan

»»  READMORE...

Sabtu, 14 April 2012

KAKI DIABETES

KAKI DIABETES

Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes mellitus yang tidak terkendali. Kelainan kaki diabetes mellitus dapat disebabkan adanya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan adanya infeksi.
  1. Gangguan Pembuluh Darah
Gangguan pembuluh darah mengakibatkan sirkulasi darah tubuh menurun, terutama kaki, dengan gejala sebagai berikut :
a.       Sakit pada tungkai bila berdiri, berjalan dan melakukan kegiatan fisik;
b.      Jika diraba kaki terasa dingin, tidak hangat;
c.       Rasa nyeri kaki pada waktu istirahat dan malam hari;
d.      Sakit pada telapak kaki saat berjalan;
e.       Luka sukar sembuh;
f.       Pemeriksaan tekanan nadi kaki menjadi kecil atau hilang;
g.      Perubahan warna kulit, kaki tampak pucat atau kebiru-biruan.
        2.   Gangguan Persarafan
Neuropati Sensorik
Neuropati motorik
Gangguan saraf otonomik
§  perasaan baal atau kebal
§  kurang berasa (hipestesia) terutama ujung kaki terasa rasa panas, dingin dan sakit
§  kadang disertai pegal dan nyeri di kaki.
§  kelemahan sistem otot
§  otot mengecil
§  mudah lelah
§  kram otot
§  perubahan bentuk pada kaki
§  sulit mengatur keseimbangan tubuh.
§  kulit kaki akan terlihat kering
§  pecah-pecah
§  tidak berkeringat

 3. Infeksi
Ulkus  diabetikum
Penurunan sirkulasi darah pada kaki menghambat proses penyembuhan luka, akibatnya kuman masuk ke dalam luka dan terjadi infeksi. Peningkatan kadar gula darah akan menghambat kerja leukosit (sel darah putih) dalam mengatasi infeksi, luka menjadi ulkus gangren dan terjadi perluasan infeksi sampai ke tulang








Masalah Umum Pada Kaki Diabetes
Luka melepuh pada kaki akibat pemakaian sepatu yang sempit atau baru pada orang yang tidak diabetes adalah hal yang biasa, tetapi bagi orang diabetes luka tersebut akan menjadi masalah besar. Terdapat tiga alasan mengapa orang dengan diabetes lebih tinggi resikonya mengalami masalah kaki, yaitu :
1.      Sirkulasi darah dari tungkai ke kaki menurun
2.      Berkurangnya perasaan pada kedua kaki
3.      Berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Adanya masalah tersebut pada kaki diabetes, akan menimbulkan beberapa masalah yang umumnya terjadi antara lain:
  1. Kapalan
Telapak Kaki Kapala
Kapalan (callus), mata ikan (kutil mulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit, akibat dari adanya gangguan persyarafan dan penurunan sirkulasi darah dan juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu di kaki. Jika kejadian tersebut tidak diketahui dan diobati dengan tepat, maka akan menimbulkan luka pada jaringan di bawahnya, yang berlanjut dengan infeksi menjadi ulkus.  


2.    Cantengan
cantengan
Cantengan merupakan kejadian luka infeksi pada jaringan sekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah. Keadaan seperti ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat misalnya pemotongan kuku yang salah (seperti terlalu pendek atau miring), kebiasaan mencungkil kuku yang kotor









3.  Kulit Kaki dan Luka Kena Kutu Air
kutu air
Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, retak dan pecah-pecah, terutama pada sela-sela jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur yang dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut menjadi ulkus gangren.








4.      Kutil pada telapak kaki
kutil jari kaki
Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan. Biasanya terjadi pada telapak kaki hampir mirip dengan kapalan, jangan diobati sendiri, periksakan ke tim kesehatan.







5.     Radang Ibu Jari Kaki
kaki martil
Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya gangguan pada persyarafan kaki dan peradangan yang lain pada ibu jari kaki menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil.








Upaya pencegahan primer antara lain :
1. Edukasi kesehatan DM, komplikasi, dan perawatan kaki.
2. Status gizi yang baik dan pengendalian DM.
3. Pemeriksaan rutin pada penderita DM.
4. Pemeriksaan rutin pada kaki.
5. Pencegahan/perlindungan terhadap trauma (contoh : sepatu DM)





referensi:
Arum, Eria.2011. Gambar Kaki Gangren. http://www.hidupkusehat.com/wp-content/uploads/2011/10/kaki-diabetik.png. diperoleh 17 April 2012 .

Widjajati, Laeli. 2011. Gambar Kaki Cantengan.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9rsCgLJVgcf5I5lACeWqvv9MW_hx5ZUueUxO33r07xtH0nmdWWzHdtdgwcER_2JwTT1SYY2K3q_gmDuk_jORl1vucSu_eP2j8QTh0wIPpfMqv2JHKl58g37fA7Pfe29inuFvVnQmdOQ/s400/ingrown_toe_nail_fungus.jpg. diperoleh 17 April 2012.

»»  READMORE...

KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

KOMPLIKASI DM:
Smeltzer & Bare (2001) membagi komplikasi diabetes mellitus menjadi dua, yaitu :
 1.    Komplikasi akut
      Ada tiga komplikasi akut pada diabetes, yaitu:




Hipoglikemia
Ketoasidosis diabetik
Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar Nonketotik (HHNK)
a.       Hipoglikemia terjadi jika kadar glukosa darah > 50 hingga 60 mg/dL (2,7 hingga 3,3 mmol/L).
b.      Diakibatkan pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit, atau karena aktivitas fisik yang berat.
c.       Gejalanya dapat mencakup perilaku serangan kejang, bingun, sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran.

a.      Diabetes kotoasidosis disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin.
b.      Keadaan ini menyebabkan gangguan pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
c.       tiga gambaran klinis diabetes ketoasidosis : dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan asidosis (darah terlalu banyak mengandung asam).
Gambaran klinis sindrom HHNK terdiri atas gejala :
Ø  hipotensi (Tensi di bawah normal),
Ø  dehidrasi berat (ditandaià membran mukosa kering, turgor kulit jelek),
Ø  takikardi (nadi meningkat),
Ø  tanda-tanda neurologis yang bervariasi (perubahan sensori, kejang-kejang).





2.    Komplikasi jangka panjang
Komplikasi dari diabetes mellitus masih membawa dampak mortalitas dan morbiditas yang tinggi walaupun pengelolaannya telah ditingkatkan. (Branger, 1999). Angka kematian yang berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular dan renal menjadi penyebab utama. (Smeltzer & Bare, 2001). Komplikasi kronis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu:
Komplikasi makrovaskuler

Komplikasi mikrovaskuler

Neuropati diabetes

·         Penyakit arteri koroner:penyakit jantung
·         Penyakit serebrovaskuler: stroke
·         Penyakit vaskuler perifer : pada kaki dapat menyebabkan gangrene/luka kaki DM.

·         Penyakit mikrovaskuler (mikroangiopati) ditandai oleh penebalan membran basalis pembuluh kapiler.
·         Ada dua tempat di mana gangguan ini terjadi, yaitu ginjal dan retina mata yang sering Retinopati diabetik.
·         Polineuropati sensorik.
Gejala :
Permulaan à rasa tertusuk-tusuk, kesemutan, rasa terbakar
Bertambah lanjutnyaà kaki terasa baal (pati rasa), Penurunan rasa nyeri dan suhu.

·         Neuropati otonom.
Ada enam akibat utama dari neuropati otonom, yaitu: a) Sistem kardiovaskuler. b) Sistem gastrointestinal. 3) Sistem urinarius.
4) Kelenjar adrenal
5) Neuropati sudomotorik. Keadaan ini berupa tidak adanya atau berkurangnya pengeluaran keringat
6) penurunan fungsi seksual



Salah satu komplikasi umum dari diabetes adalah masalah kaki diabetes. Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren bila tidak dirawat dengan benar. Setiap tahun, lebih dari satu juta orang penderita diabetes kehilangan salah satu kakinya sebagai komplikasi diabetes. Ini berarti bahwa setiap 30 detik satu tungkai bawah hilang karena diabetes.


referensi:
Smeltzer, S.C&Bare, B,G.(eds). Kuncara, H.Y.,Hartono, A., Ester, M., Asih,Y.(penterjemah). 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner&Suddarth (8ed., Vol2). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC
.







»»  READMORE...