Sabtu, 14 April 2012

KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

KOMPLIKASI DM:
Smeltzer & Bare (2001) membagi komplikasi diabetes mellitus menjadi dua, yaitu :
 1.    Komplikasi akut
      Ada tiga komplikasi akut pada diabetes, yaitu:




Hipoglikemia
Ketoasidosis diabetik
Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar Nonketotik (HHNK)
a.       Hipoglikemia terjadi jika kadar glukosa darah > 50 hingga 60 mg/dL (2,7 hingga 3,3 mmol/L).
b.      Diakibatkan pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit, atau karena aktivitas fisik yang berat.
c.       Gejalanya dapat mencakup perilaku serangan kejang, bingun, sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran.

a.      Diabetes kotoasidosis disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin.
b.      Keadaan ini menyebabkan gangguan pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
c.       tiga gambaran klinis diabetes ketoasidosis : dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan asidosis (darah terlalu banyak mengandung asam).
Gambaran klinis sindrom HHNK terdiri atas gejala :
Ø  hipotensi (Tensi di bawah normal),
Ø  dehidrasi berat (ditandaià membran mukosa kering, turgor kulit jelek),
Ø  takikardi (nadi meningkat),
Ø  tanda-tanda neurologis yang bervariasi (perubahan sensori, kejang-kejang).





2.    Komplikasi jangka panjang
Komplikasi dari diabetes mellitus masih membawa dampak mortalitas dan morbiditas yang tinggi walaupun pengelolaannya telah ditingkatkan. (Branger, 1999). Angka kematian yang berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular dan renal menjadi penyebab utama. (Smeltzer & Bare, 2001). Komplikasi kronis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu:
Komplikasi makrovaskuler

Komplikasi mikrovaskuler

Neuropati diabetes

·         Penyakit arteri koroner:penyakit jantung
·         Penyakit serebrovaskuler: stroke
·         Penyakit vaskuler perifer : pada kaki dapat menyebabkan gangrene/luka kaki DM.

·         Penyakit mikrovaskuler (mikroangiopati) ditandai oleh penebalan membran basalis pembuluh kapiler.
·         Ada dua tempat di mana gangguan ini terjadi, yaitu ginjal dan retina mata yang sering Retinopati diabetik.
·         Polineuropati sensorik.
Gejala :
Permulaan à rasa tertusuk-tusuk, kesemutan, rasa terbakar
Bertambah lanjutnyaà kaki terasa baal (pati rasa), Penurunan rasa nyeri dan suhu.

·         Neuropati otonom.
Ada enam akibat utama dari neuropati otonom, yaitu: a) Sistem kardiovaskuler. b) Sistem gastrointestinal. 3) Sistem urinarius.
4) Kelenjar adrenal
5) Neuropati sudomotorik. Keadaan ini berupa tidak adanya atau berkurangnya pengeluaran keringat
6) penurunan fungsi seksual



Salah satu komplikasi umum dari diabetes adalah masalah kaki diabetes. Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren bila tidak dirawat dengan benar. Setiap tahun, lebih dari satu juta orang penderita diabetes kehilangan salah satu kakinya sebagai komplikasi diabetes. Ini berarti bahwa setiap 30 detik satu tungkai bawah hilang karena diabetes.


referensi:
Smeltzer, S.C&Bare, B,G.(eds). Kuncara, H.Y.,Hartono, A., Ester, M., Asih,Y.(penterjemah). 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner&Suddarth (8ed., Vol2). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC
.







0 komentar:

Posting Komentar