KOMPLIKASI
DM:
Smeltzer & Bare (2001) membagi komplikasi diabetes
mellitus menjadi dua, yaitu :
1. Komplikasi
akut
Ada tiga komplikasi akut pada diabetes, yaitu:
Hipoglikemia
|
Ketoasidosis
diabetik
|
Sindrom
Hiperglikemik Hiperosmolar Nonketotik (HHNK)
|
a.
Hipoglikemia
terjadi jika kadar glukosa darah > 50 hingga 60 mg/dL (2,7 hingga 3,3
mmol/L).
b.
Diakibatkan
pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang
terlalu sedikit, atau karena aktivitas fisik yang berat.
c.
Gejalanya dapat
mencakup perilaku serangan kejang, bingun, sulit dibangunkan dari tidur atau
bahkan kehilangan kesadaran.
|
a. Diabetes kotoasidosis
disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin.
b. Keadaan ini menyebabkan
gangguan pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
c. tiga gambaran klinis diabetes
ketoasidosis :
dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan asidosis (darah terlalu
banyak mengandung asam).
|
Gambaran klinis sindrom
HHNK terdiri atas gejala :
Ø hipotensi (Tensi di bawah
normal),
Ø dehidrasi berat (ditandaià membran mukosa kering, turgor kulit jelek),
Ø takikardi (nadi meningkat),
Ø tanda-tanda neurologis yang
bervariasi (perubahan sensori, kejang-kejang).
|
2. Komplikasi
jangka panjang
Komplikasi dari
diabetes mellitus masih membawa dampak mortalitas dan morbiditas yang tinggi
walaupun pengelolaannya telah ditingkatkan. (Branger, 1999). Angka kematian
yang berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular dan renal menjadi penyebab
utama. (Smeltzer & Bare, 2001). Komplikasi kronis dapat dikelompokkan
menjadi tiga kategori, yaitu:
Komplikasi makrovaskuler
|
Komplikasi mikrovaskuler
|
Neuropati diabetes
|
·
Penyakit arteri koroner:penyakit jantung
·
Penyakit serebrovaskuler: stroke
·
Penyakit vaskuler perifer : pada kaki dapat menyebabkan
gangrene/luka kaki DM.
|
·
Penyakit mikrovaskuler (mikroangiopati) ditandai oleh
penebalan membran basalis pembuluh kapiler.
·
Ada dua tempat di mana gangguan ini terjadi, yaitu ginjal
dan retina mata yang sering Retinopati diabetik.
|
·
Polineuropati sensorik.
Gejala :
Permulaan à rasa tertusuk-tusuk,
kesemutan, rasa terbakar
Bertambah lanjutnyaà kaki terasa baal (pati
rasa), Penurunan rasa nyeri dan suhu.
·
Neuropati otonom.
Ada enam akibat utama dari
neuropati otonom, yaitu: a) Sistem kardiovaskuler. b) Sistem
gastrointestinal. 3) Sistem urinarius.
4) Kelenjar adrenal
5) Neuropati sudomotorik. Keadaan
ini berupa tidak adanya atau berkurangnya pengeluaran keringat
6) penurunan fungsi seksual
|
Salah satu komplikasi umum dari diabetes adalah masalah kaki
diabetes. Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami
luka dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren bila tidak dirawat dengan
benar. Setiap tahun, lebih dari satu juta orang penderita diabetes kehilangan
salah satu kakinya sebagai komplikasi diabetes. Ini berarti bahwa setiap 30
detik satu tungkai bawah hilang karena diabetes.
Smeltzer, S.C&Bare, B,G.(eds). Kuncara, H.Y.,Hartono, A., Ester, M., Asih,Y.(penterjemah). 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner&Suddarth (8ed., Vol2). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
0 komentar:
Posting Komentar