Sabtu, 14 April 2012

KAKI DIABETES

KAKI DIABETES

Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes mellitus yang tidak terkendali. Kelainan kaki diabetes mellitus dapat disebabkan adanya gangguan pembuluh darah, gangguan persyarafan dan adanya infeksi.
  1. Gangguan Pembuluh Darah
Gangguan pembuluh darah mengakibatkan sirkulasi darah tubuh menurun, terutama kaki, dengan gejala sebagai berikut :
a.       Sakit pada tungkai bila berdiri, berjalan dan melakukan kegiatan fisik;
b.      Jika diraba kaki terasa dingin, tidak hangat;
c.       Rasa nyeri kaki pada waktu istirahat dan malam hari;
d.      Sakit pada telapak kaki saat berjalan;
e.       Luka sukar sembuh;
f.       Pemeriksaan tekanan nadi kaki menjadi kecil atau hilang;
g.      Perubahan warna kulit, kaki tampak pucat atau kebiru-biruan.
        2.   Gangguan Persarafan
Neuropati Sensorik
Neuropati motorik
Gangguan saraf otonomik
§  perasaan baal atau kebal
§  kurang berasa (hipestesia) terutama ujung kaki terasa rasa panas, dingin dan sakit
§  kadang disertai pegal dan nyeri di kaki.
§  kelemahan sistem otot
§  otot mengecil
§  mudah lelah
§  kram otot
§  perubahan bentuk pada kaki
§  sulit mengatur keseimbangan tubuh.
§  kulit kaki akan terlihat kering
§  pecah-pecah
§  tidak berkeringat

 3. Infeksi
Ulkus  diabetikum
Penurunan sirkulasi darah pada kaki menghambat proses penyembuhan luka, akibatnya kuman masuk ke dalam luka dan terjadi infeksi. Peningkatan kadar gula darah akan menghambat kerja leukosit (sel darah putih) dalam mengatasi infeksi, luka menjadi ulkus gangren dan terjadi perluasan infeksi sampai ke tulang








Masalah Umum Pada Kaki Diabetes
Luka melepuh pada kaki akibat pemakaian sepatu yang sempit atau baru pada orang yang tidak diabetes adalah hal yang biasa, tetapi bagi orang diabetes luka tersebut akan menjadi masalah besar. Terdapat tiga alasan mengapa orang dengan diabetes lebih tinggi resikonya mengalami masalah kaki, yaitu :
1.      Sirkulasi darah dari tungkai ke kaki menurun
2.      Berkurangnya perasaan pada kedua kaki
3.      Berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Adanya masalah tersebut pada kaki diabetes, akan menimbulkan beberapa masalah yang umumnya terjadi antara lain:
  1. Kapalan
Telapak Kaki Kapala
Kapalan (callus), mata ikan (kutil mulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit, akibat dari adanya gangguan persyarafan dan penurunan sirkulasi darah dan juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu di kaki. Jika kejadian tersebut tidak diketahui dan diobati dengan tepat, maka akan menimbulkan luka pada jaringan di bawahnya, yang berlanjut dengan infeksi menjadi ulkus.  


2.    Cantengan
cantengan
Cantengan merupakan kejadian luka infeksi pada jaringan sekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan kuku yang salah. Keadaan seperti ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat misalnya pemotongan kuku yang salah (seperti terlalu pendek atau miring), kebiasaan mencungkil kuku yang kotor









3.  Kulit Kaki dan Luka Kena Kutu Air
kutu air
Kerusakan syaraf dapat menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, retak dan pecah-pecah, terutama pada sela-sela jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur yang dikenal dengan kutu air, yang dapat berlanjut menjadi ulkus gangren.








4.      Kutil pada telapak kaki
kutil jari kaki
Kutil pada telapak kaki disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan. Biasanya terjadi pada telapak kaki hampir mirip dengan kapalan, jangan diobati sendiri, periksakan ke tim kesehatan.







5.     Radang Ibu Jari Kaki
kaki martil
Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dapat menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya gangguan pada persyarafan kaki dan peradangan yang lain pada ibu jari kaki menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil.








Upaya pencegahan primer antara lain :
1. Edukasi kesehatan DM, komplikasi, dan perawatan kaki.
2. Status gizi yang baik dan pengendalian DM.
3. Pemeriksaan rutin pada penderita DM.
4. Pemeriksaan rutin pada kaki.
5. Pencegahan/perlindungan terhadap trauma (contoh : sepatu DM)





referensi:
Arum, Eria.2011. Gambar Kaki Gangren. http://www.hidupkusehat.com/wp-content/uploads/2011/10/kaki-diabetik.png. diperoleh 17 April 2012 .

Widjajati, Laeli. 2011. Gambar Kaki Cantengan.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9rsCgLJVgcf5I5lACeWqvv9MW_hx5ZUueUxO33r07xtH0nmdWWzHdtdgwcER_2JwTT1SYY2K3q_gmDuk_jORl1vucSu_eP2j8QTh0wIPpfMqv2JHKl58g37fA7Pfe29inuFvVnQmdOQ/s400/ingrown_toe_nail_fungus.jpg. diperoleh 17 April 2012.

»»  READMORE...

KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

KOMPLIKASI DM:
Smeltzer & Bare (2001) membagi komplikasi diabetes mellitus menjadi dua, yaitu :
 1.    Komplikasi akut
      Ada tiga komplikasi akut pada diabetes, yaitu:




Hipoglikemia
Ketoasidosis diabetik
Sindrom Hiperglikemik Hiperosmolar Nonketotik (HHNK)
a.       Hipoglikemia terjadi jika kadar glukosa darah > 50 hingga 60 mg/dL (2,7 hingga 3,3 mmol/L).
b.      Diakibatkan pemberian insulin atau preparat oral yang berlebihan, konsumsi makanan yang terlalu sedikit, atau karena aktivitas fisik yang berat.
c.       Gejalanya dapat mencakup perilaku serangan kejang, bingun, sulit dibangunkan dari tidur atau bahkan kehilangan kesadaran.

a.      Diabetes kotoasidosis disebabkan oleh tidak adanya insulin atau tidak cukupnya jumlah insulin.
b.      Keadaan ini menyebabkan gangguan pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
c.       tiga gambaran klinis diabetes ketoasidosis : dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan asidosis (darah terlalu banyak mengandung asam).
Gambaran klinis sindrom HHNK terdiri atas gejala :
Ø  hipotensi (Tensi di bawah normal),
Ø  dehidrasi berat (ditandaià membran mukosa kering, turgor kulit jelek),
Ø  takikardi (nadi meningkat),
Ø  tanda-tanda neurologis yang bervariasi (perubahan sensori, kejang-kejang).





2.    Komplikasi jangka panjang
Komplikasi dari diabetes mellitus masih membawa dampak mortalitas dan morbiditas yang tinggi walaupun pengelolaannya telah ditingkatkan. (Branger, 1999). Angka kematian yang berkaitan dengan komplikasi kardiovaskular dan renal menjadi penyebab utama. (Smeltzer & Bare, 2001). Komplikasi kronis dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu:
Komplikasi makrovaskuler

Komplikasi mikrovaskuler

Neuropati diabetes

·         Penyakit arteri koroner:penyakit jantung
·         Penyakit serebrovaskuler: stroke
·         Penyakit vaskuler perifer : pada kaki dapat menyebabkan gangrene/luka kaki DM.

·         Penyakit mikrovaskuler (mikroangiopati) ditandai oleh penebalan membran basalis pembuluh kapiler.
·         Ada dua tempat di mana gangguan ini terjadi, yaitu ginjal dan retina mata yang sering Retinopati diabetik.
·         Polineuropati sensorik.
Gejala :
Permulaan à rasa tertusuk-tusuk, kesemutan, rasa terbakar
Bertambah lanjutnyaà kaki terasa baal (pati rasa), Penurunan rasa nyeri dan suhu.

·         Neuropati otonom.
Ada enam akibat utama dari neuropati otonom, yaitu: a) Sistem kardiovaskuler. b) Sistem gastrointestinal. 3) Sistem urinarius.
4) Kelenjar adrenal
5) Neuropati sudomotorik. Keadaan ini berupa tidak adanya atau berkurangnya pengeluaran keringat
6) penurunan fungsi seksual



Salah satu komplikasi umum dari diabetes adalah masalah kaki diabetes. Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka dan cepat berkembang menjadi ulkus gangren bila tidak dirawat dengan benar. Setiap tahun, lebih dari satu juta orang penderita diabetes kehilangan salah satu kakinya sebagai komplikasi diabetes. Ini berarti bahwa setiap 30 detik satu tungkai bawah hilang karena diabetes.


referensi:
Smeltzer, S.C&Bare, B,G.(eds). Kuncara, H.Y.,Hartono, A., Ester, M., Asih,Y.(penterjemah). 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner&Suddarth (8ed., Vol2). Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC
.







»»  READMORE...